Inilah 8 Mitos Asing Perihal Kehamilan Dari Banyak Sekali Penjuru Dunia


 Seringkali telah dijelaskan banyak sekali mitos asing dan tak masuk akal, namun anehnya justru masih tetap dipercaya oleh sebagian orang di dunia ini. Bagaimana tidak, kali ini mitos perihal kehamilan pun tetap dipercaya. Mau tau ibarat apa saja mitosnya, simak yang berikut ini.


Seperti yang kita ketahui, kehamilan ialah proses yang paling dinantikan seorang wanita. Berkeluarga dan mempunyai keturunan menjadi proses menuju perempuan yang sesungguhnya. 
Biasanyaroses kehamilan yang sangat ditunggu-tunggu sering mengakibatkan kecemasan tersendiri. Kecemasan ini memastikan tumbuh kembang janin yang baik dan akan melahirkan bayi yang sehat. Tentunya proses kehamilan hingga melahirkan mempunyai pantangan dan mitos yang dipercayai. Tak cuma di Indonesia, di setiap negara pun mempunyai pantangan, anjuran, bahkan mitos  masing masing.
Nah kalau di Indonesia, konon memakan kelapa muda sanggup menciptakan bayi di kandungan mempunyai kulit halus dan mulus sekaligus memperlancar proses kelahiran. Di beberapa negara berikut ini, mitos kehamilan ini sanggup menjadi Anda wangsit anda. Selain unik dan menyehatkan, mitos kehamilan di banyak sekali negara ini mungkin sanggup Anda coba di rumah.
1. Portugal
Apa kekerabatan bentuk buah dan sayur dengan jenis kelamin bayi? Inilah mitos di negara Portugal. Ketika Anda ingin anak perempuan, maka Anda harus makan buah dan sayur yang berbentuk bulat. Tapi bila Anda ingin anak laki-laki, maka Anda harus mulai membiasakan untuk selalu memakan sayuran yang berbentuk lonjong ibarat wortel dan mentimun. Ide yang patut dicoba.
2. Jamaika
Ketika hamil, Jamaika sanggup menjadi pilihan berlibur yang mengasikkan. Karena orang Jamaika percaya bahwa perempuan hamil tidak boleh menahan kemauan cabang bayi. Istilah yang lebih dikenal dengan kata ngidam sangat di perhatikan baik oleh para suami negara ini. Jika perempuan hamil ngidam makan buah apel, maka ia harus makan buah apel. Hal ini beralasan lantaran kalau impian ngidam ini tidak dipenuhi maka bayinya akan lahir dengan tanda lahir berbentuk ibarat apel di salah satu belahan badannya. Bayangkan bila sang ibu ngidam buah semangaka.
3. Kepulauan Orkey
Berbeda dengan Malta, di kepulauan Orkney Utara Skotlandia masyarakat percaya dengan pelangi yang menawarkan keturunan laki laki. Orang orisinil kepulauan Orkney percaya kalau ujung pelangi jatuh di atas rumah yang ternyata menunggu kelahiran, maka bayi itu diprediksi akan berjenis kelamin laki-laki. Walau terdengar ibarat dongeng, tapi kepercayaan ini masih dijalani hingga ketika ini. Ketika seseorang di sana melihat pelangi itu, maka orang tersebut akan berteriak “There’s abrig fur a beuy barin!” yang berarti "Ada jembatan untuk anak laki-laki!”.
4. Kenya
Wanita hamil di negara ini tidak boleh keras menghadiri upacara kehamilan. Di Kenya, tepatnya para suku Akambha percaya bahwa perempuan hamil tidak boleh melihat mayit orang meninggal. Hal ini dikarenakan, suku ini percaya bahwa bayi sanggup melihat roh dan hal ini sanggup membahayakan kehamilan. Di ketika hamil, orang renta si bayi juga tidak boleh melaksanakan kekerabatan intim lantaran sanggup mengakibatkan bayi terlahir cacat.
5. Malta
Hari hari yang di ramalkan akan turun hujan di Malta sangatlah di tunggu orang yang ingin merayakan janji nikah sebagai hari pas mereka melaksanakan pernikahan. Yaitu hari yang biasa disebut Hari Santa Ursula, ibarat tanggal 21 Oktober, Hari Santa Katarina tanggal 23 November dan Santa Lucy tanggal 13 Desember. Di hari inilah para perempuan di Malta berdoa turun hujan yang begitu lebat di hari bahagianya. Hal ini dipercaya akan membawa akomodasi ketika melewati proses melahirkan.
6. Mongolia
Kepercayaan unik di negara satu ini hampir ibarat film film supernatural di Hollywood. Di Mongol, ketika dua perempuan hamil bertemu mereka tidak boleh saling memegang perut satu sama lain. Orang orisinil Mongol percaya bahwa jenis kelamin bayi sanggup tertukar dengan sentuhan yang dilakukan para ibu hamil satu sama lain. Di sana, ketika bayi berumur tiga bulan atau hingga lebih dari satu tahun, orang tuanya tidak boleh secara pribadi menyebutkan jenis kelamin sang bayi. Karena ketika sang ibu memberitahu jenis kelamin bayi tersebut apakah perempuan atau laki-laki, hal ini sanggup menciptakan bayinya diganggu oleh roh jahat yang kebingungan.
7. Aztec
Menurut kepercayaan, bulan sabit ialah hal yang membahayakan bagi perempuan hamil. Kepercayaan yang berasal dari kepercayaan bangsa kuno Aztec ini menganggap bulan sabit sebagai alasan sang bayi terlahir sumbing. Alasannya ialah lantaran bulan sabit terjadi disebabkan oleh tergigitnya bulan sehingga hanya menyisakan sedikit bulan, kalau perempuan hamil melihat bulan sabit ini maka bibir sang bayi akan ikut tergigit dan mengakibatkan bibirnya sumbing ketika dilahirkan.
8. Jepang
Di jepang, perempuan hamil tidak boleh memakan masakan yang terlalu pedas dan asin. Masyarakat jepang juga melarang para calon ibu untuk memakan ikan mentah. Sehingga pada ketika hamil, perempuan hamil di sana hanya memakan masakan sehat yang direbus. Mitos lainnya adalah, untuk menghindari bekas kelahiran pada tubuh bayi maka ibu hamil sama sekali tidak boleh melihat api.

sumber: http://unik-aneh-seru.blogspot.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Geger, Sosok Nyi Roro Kidul Nongkrong Di Obor Api Monas